Buku

Menampilkan 3 entri dari 3 hasil.  

Konteks governance dalam Global Value Chain (GVC), pola relasi antara inkubator dengan startup menunjukkan kecenderungan ke arah pola dialogis dan egaliter. Pola hubungan berlansung secara kompleks sehingga terjalin ketergantungan antara kedua belah pihak. Startup membutuhkan aktor personal maupun institusi yang mempunyai kapasitas tertentu untuk memastikan inovasi dapat berjalan.

Ketika beberapa orang diberi pertanyaan tentang bagaimana mereka bisa tahu tentang politik? Sudah dapat diduga, akan ada beraneka macam jawaban. Salah satunya, mungkin dijawab tanpa berpikir panjang, tahu tentang politik dari pendidikan yang ditempuh di sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran politik pada masyarakat awam. Pembelajaran politik, diberikan baik langsung maupun tidak langsung, kepada individu semenjak anakanak. Sebagaimana diketahui mulai dari sekolah dasar, guru telah mengajarkan kepada para siswa, misalnya mengenai dasar negara, lambang negara, lagu kebangsaan, dan bendera negara. Di sekolah menengah tingkat pertama ataupun atas, guru mengenalkan model sistem pemerintahan, lembaga negara/pemerintahan, dan lembaga politik seperti partai politik.

Politik kursi menggoda partai - tanpa pandang bulu ideologi apa yang digembar-gemborkan - untuk mengambil langkah pragmatis mencapai kekuasaan. termasuk PKS dengan ideologi Islam dan Demokrat dengan ideologi Nasionalis Relijius. Penulis menggunakan kosep tiga wajah partai Karz dan Mair dalam melihat dilema tersebut. Ia melihat keterikatan antara wajah partai di pusat dengan jabatan publik, wajah di jabatan publik dengan di akar rumput, dan wajah di akar rumput dengan di pusat. Di kaitan mana partai memiliki kekuatan, dan di kaitan mana partai masih memiliki kelemahan. Dari situ, Mentari menawarkan gagasan yang bisa dilakukan kedua partai untuk bertahan di panggung politik dan bisa mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya, tanpa harus menggadaikan ideologi yang diembannya.