Buku

Menampilkan 7 entri dari 7 hasil.  

Pathok Negoro mengalami perubahan hampir pada seluruh aspek kehidupan, terutama politik, sosial dan budaya. Hal tersebut mempengaruhi aspek tata ruang, dan sebaliknya juga dipengaruhi perubahan ruang. Buku ini mengupas kebijakan tata ruang dari sudut pandang politik.

Kontestasi elit dalam pilkada merupakan cerminan kualitas dan keberhasilan parpol dalam menempatkan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas. Elit yang mampu memenangkan kontestasi adalah elit yang mampu memadukan nalar aktivis dan nalar politisi.

Buku ini memaparkan berlangsungnya kebijakan "janji kesejahteraan" yang justru menghabisi kesejahteraan warganya sendiri. "Janji kesejahteraan" dikaji secara kritis pada skala lokal hingga global. Janji itu merupakan bagian dari artikulasi yang sangat politis dan penuh tautan rumit kepentingan yang saling berkelindan.

  • 2016
  • Purwo Santoso, Hasrul Hanif, AE Priyono

Buku ringkas ini menjelaskan tipe-tipe kekuasaan yang bekerja dalam logika kesejahteraan dan demokrasi. Namun, apapun model demokrasi yang diterapkan, pda prinsipnya demokrasi ditandai dengan kapabilitas untuk mengontrol kekuasaan dan pada saat yang bersamaan melekatkan tipe kontrol tersebut pada akumulasi dan distribusi kesejahteraan.

Buku ini mengkaji demokratisasi dalam kerangka politik transformatif. Selain membahas baik dan buruknya demokrasi di Indonesia, buku ini mengupas berbagai masalah dan peluang yang dihadapi para aktor gerakan demokrasi. Buku ini menawarkan strategi alternatif untuk mengembangkan dan memajukan demokrasi di Indonesia. 

Berangkat dari pemahaman bahwa ruang sesungguhnya bukan sesuatu yang terberi, tulisan ini fokus pada dua substans besar yang saling berkaitan. Pertama, pembentukan ruang Pathok Negoro. Kedua, pembentukan identitas yang didasarkan atas perkembangan dinamisasi ruang.

Monograf seri “Sejarah Politik Kewargaan di Indonesia: Politik Pengakuan, Politik Redistribusi Kesejahteraan dan Politik Representasi” hadir untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan politik kewargaan di Indonesia sejak awal abad ke-20. Bahasan tersebut sesuai dengan tujuan kajian citizenship yakni mengungkapkan bagaimana konsepsi kewargaan diproduksi dan dipraktekkan dari waktu ke waktu. Tulisan sebanyak 69 halaman ini memaparkan perkembangan konsep kewargaan, perspektif-perspektif dominan tentang kewargaan, serta politik kewargaan. Tarik ulur konsep kewargaan di Indonesia tidak lepas dari proses institusionalisasi dan regulasi versus perlawanan dan tuntutan dari bawah. Konsep kewargaan juga merupakan representasi kepentingan bersama tanpa mengesampingkan perbedaan golongan.