Buku

Menampilkan 6 entri dari 6 hasil.  

Buku ini adalah kumpulan narasi tentang perjuangan aktor-aktor pro-demokrasi mempolitisasikan demokrasi dengan beragam strategi demi mengarahkan demokratisasi kepada kesejahteraan. Lima belas kasus dari berbagai daerah menunjukkan bahwa demokrasi yang menyejahterakan tidak mungkin terwujud tanpa kontrol publik atas pengelolaan kesejahteraan.

Buku ini mengulas keadaan demokrasi dan demokratisasi di Indonesia, melalui pendekatan kritis terhadap pencapaian dan tantangan di Indonesia.

Kebanyakan studi elektoral di Indonesia hanya mendeskripsikan pola dan tren kinerja partai politik di tingkat nasional. Namun, buku ini mengulas kajian yang berbeda dengan fokus pada fenomena elektoral di akar rumput. Hampir semua caleg berkampanye dengan strategi patronase dan klientelisme.

Praktik merebut posisi kekuasaan dalam budaya Kain Timur sampai sekarang masih relevan dijadikan alat analisis untuk memahami dinamika politik kontemporer.

Buku ini menggambarkan bagaimana kekuasaan pemerintah Hindia Belanda memasuki ranah politik desa melalui penguasaan industri gula. Krisis keuangan di Mangkunegaran menjadi pintu masuk bagi pemerintah kolonial untuk memengaruhi kepala desa, elite desa, dan masyarakat. Desa diubah menjadi bagian birokrasi pemerintah Hindia Belanda untuk memperluas kekuasaan kolonial di tanah Jawa.

Program try-out yang menghasilkan kelimabelas essay ini adalah bagian dari sebuah upaya bersama yang melibatkan banyak pihak, untuk mempersiapkan program pendidikan tata kelola pemilu di Indonesia. Upaya ini dimulai dari rangkaian pembicaraan antara KPU RI, Bawaslu RI dan AEC Indonesia tentang pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan penyelenggara pemilu di Indonesia. Semenjak KPU dan Bawaslu berdiri, telah dilakukan upaya gradual untuk menguatkan SDM, di sela-sela upaya untuk menemukan sistem dan mekanisme penyelenggaraan pemilu yang lebih berkualitas.