Buku

Menampilkan 4 entri dari 4 hasil.  

Ketika beberapa orang diberi pertanyaan tentang bagaimana mereka bisa tahu tentang politik? Sudah dapat diduga, akan ada beraneka macam jawaban. Salah satunya, mungkin dijawab tanpa berpikir panjang, tahu tentang politik dari pendidikan yang ditempuh di sekolah. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran politik pada masyarakat awam. Pembelajaran politik, diberikan baik langsung maupun tidak langsung, kepada individu semenjak anakanak. Sebagaimana diketahui mulai dari sekolah dasar, guru telah mengajarkan kepada para siswa, misalnya mengenai dasar negara, lambang negara, lagu kebangsaan, dan bendera negara. Di sekolah menengah tingkat pertama ataupun atas, guru mengenalkan model sistem pemerintahan, lembaga negara/pemerintahan, dan lembaga politik seperti partai politik.

Selama ini, ada kecenderungan dominasi perspektif modernis rasional-komprehensif dalam kajian analisis kebijakan. Sayangnya, dominasi perspektif ini telah mencapai level mendekati hegemonik sehingga menutup mata sebagian besar publik awam tentang keberadaan berbagai perspektif alternatif. Selama ini, analisis kebijakan identik dengan kerumitan dan kompleksitas yang hanya bisa diatasi oleh mereka yang “ahli”. Mitos inilah yang ingin digugat melalui modul ini. Selain menjabarkan langkah-langkah praktis dalam menganalisis proses kebijakan, terlebih dahulu mengajak para pembaca untuk back to basic dalam melakukan analisis. Pemahaman metodologis, model, dan posisi yang dipilih seorang analis merupakan hal mendasar dan krusial dalam membangun analisis yang berkualitas dan berkarakter, disamping kepiawaian dalam menggunakan berbagai metode dan instrumen analisis.

Setelah kekuasaan Orde Baru, muncul berbagai gerakan keagamaan, terutama Islam, dengan berbagai perspektifnya. Gerakan tersebut seolah-olah hendak menggambarkan penolakan mereka terhadap monisxe ideologi yang pernah diusung Orde Baru. Tidak tanggung-tanggung, gerakan-gerakan itu juga langsung bersentuhan dengan aktivitas politik. Di antara mereka, ada yang langsung terlibat dan membentuk instrumen untuk merebut kekuasaan melalui jalur konstitusional, seperti pendirian partai politik Islam atau melalui jalur organisasi sosial-keagamaan.

Konsorsium Kaukus Parlemen Bersih DIY adalah gabungan masyarakat sipil di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang sedang melakukan advokasi untuk menekan korupsi.