Buku

Perbatasan adalah konsepsi sekaligus elemen empiris dari konstruksi negara-bangsa yang menjadi penanda bagi bekerjanya otoritas kedaulatan dan identitas kebangsaan dari suatu negara-bangsa.

Belum banyak orang menyadari bahwa politik tidak saja berada dalam ranah kembaga-lembaga formal seperti negara, tapi juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sakralisasi Keraton Jawa mengakibatkan sangat sedikit informasi mengenai suksesi pemerintahan di lingkungan keraton. Meskipun demikian, Susilo Harjono mampu merangkum data dari dokumen rahasia maupun wawancara secara mendalam dengan pihak-pihak internal keraton terkait realitas suksesi raja-raja Ngayogyakarta dari tahun 1755-1989.

Amir Sjarifoeddin menjadi korban dari Revolusi Indonesia yang turut ia gagas.Perjuangannya tidak dihargai dengan pantas dan sejarah resmi negara melupakan perannya dalam memerdekakan bangsa.

Melalui buku ini penulis ingin membuka mata para pembaca bahwa membangun kekuatan militer yang besar dan tangguh mutlak diperlukan bagi sebuah negara. Seperti pesan yang disampaikan sebuah pepatah klasik “SI VI PACEM PARABELLUM” yang artinya “Barang siapa menginginkan perdamaian, maka wajib baginya untuk bersiap-siap berperang”. Hiduplah Kejayaan Indonesia Selama-lamanya.

Bab-bab dalam buku ini adalah kumpulan artikel Riswandha Imawan yang menuturkan tentang dinamika partai politik, serta kontestasi yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu. Selain itu, terdapat bab yang menganalisis proses legislasi relasi-relasi antar aktor politik serta hubungan antar lembaga negara , pelaku pasar dan civil society.

Ketika Tsunami pada akhir Desember 2004 semakin memperuncing perang sipil di Sri Langka, Aceh justru mengalami transisi yang luar biasa dari situasi konflik dan bencana ke arah perdamaian. Provinsi di ujung Pulau Sumatera, yang telah berpuluh tahun berusaha memisahkan diri dari Indonesia itu, kini memulai era baru dalam pembangunan. Yang menarik, sebagaimana dituturkan buku ini, keajaiban itu dimungkinkan oleh adanya proses demokratisasi. Untuk kali pertama, kombinasi intervensi internasional dan kesepakatan di tingkat lokal, akhirnya membuahkan hasil. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana proses tersebut bisa berlangsung? Dalam buku ini, para ilmuwan senior, serta para peneliti berpengalaman berupaya menyajikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Masyarakat Pulau Numfor, Provinsi Papua Adalah baviaan dari mereça yang selama ini sangat merindukan kehadiran negara dalam bentuknya yang paling mendasar, pelayanan publik dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan

Buku ini mengkisahkan Partai Demokrasi Indonesia yang berkembang menjadi sebuah kutub yang tidak saja melawan kecenderungan, tetapi juga menguras lebih banyak energi penguasa selama lebih dari satu dasawarsa.

Lebih dari dua puluh tiga tahun lalu, organisasi Gay pertama di Indonesia didirikan di Yogyakarta. Organisasi tersebut memberi warna berbeda bagi dunia gerakan di Yogyakarta yang telah diisi dengan berbagai organisasi. Organisasi tersebut bernama PGY, Persaudaraan Gay Yogyakarta. Buku ini melacak tentang gerakan Gay di Yogyakarta dari awal mula terciptanya gerakan hingga sekarang. Buku ini juga memotret pertarungan wacana Gay dengan wacana kuasa agama dan negara yang telah berlangsung selama ratusan abad.