Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Home
  • Artikel

Academic Roundtable Discussion: All the President’s People? The Origins of Presidential-based Partisanship

  • Artikel, Kegiatan
  • 20 Juli 2023, 05.18
  • Oleh : PolGov Admin

Research Center for Politics and Government (PolGov) Departemen Politik Pemerintahan menyelenggarakan Academic Roundtable Discussion (ARD) dengan tema “All the President’s People? The Origins of Presidential-based Partisanship” pada Selasa (11/7/2023). Acara ini dilaksankan secara bauran dengan melibatkan peserta umum, Dosen Departemen Politik Pemerintahan serta Peneliti PolGov. ARD merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh PolGov dan terbuka untuk umum.

Dipandu oleh Faiz Kasyfilham, peneliti PolGov, ARD menghadirkan Arya Budi sebagai narasumber. Arya Budi merupakan seorang Kandidat Doctor University of Illinois Urbana-Champaign dan juga dosen Departemen Politik Pemerintahan. Pada kesempatan ini Arya memaparkan topik disertasi miliknya yang membahas mengenai fenomena Presidential-based Partisanship dalam elektoral.

Konsep President-based Partisanship (Pres-ID) merupakan konsep baru yang berangkat dari beberapa kasus protes massif yang dilakukan oleh pendukung kandidat presiden pada saat penetapan pemenang pemilu. Disertasi ini mengulas latar belakang dari adanya pendukung yang sangat loyal dan memiliki posesifitas pandangan politik yang merujuk pada kandidat bukan kepada partai.

Arya menjelaskan bahwa Pres-ID berbeda dengan konsep Party-ID. Pada party-ID attachment kepada partai yang di dalamnya terdapat affection, group reference karena basisnya adalah evaluasi performa partai. Sedangkan pada Pres-ID merupakan leader based partisanship, attachment terhadap pemimpin bukan partai. Party-ID bersifat long-term, tetapi Pres-ID bersifat short-lived yang muncul pada periode elektoral kemudian hilang setelah pemerintahan baru menjabat. Konsep Pres-ID dapat diterapkan di seluruh pemimpin yang diekspektasikan berada di kursi eksekutif teratas. Hal ini berimplikasi pada incumbent cenderung mendapatkan multiple source.

“Pres-ID mempunyai dua fitur, weak and strong presidential identification. Jika weak-ID itu bisa jadi hanya sampai di voting, political decision. Sedangkan jika strong, akan sampai pada level pembentukan political attitudes atau persepsi anda pada setiap perbuatan dan perkataan kandidat,” kata Arya.

Kemudian Arya menjelaskan pada kondisi tertentu, Pres-ID dapat muncul dalam periode elektoral. Faktor yang dapat memengaruhi munculnya Pres-ID salah satunya adalah cleavage atau garis konflik. Pres-ID akan muncul ketika di dalam masyarakat terdapat active cleavage yang dapat dipolitisasi. Electoral Setting juga dapat menjadi faktor munculnya Pres-ID. Lalu pada lingkup kandidat, faktor-faktor melekat pada diri leader atau kandidat juga memengaruhi munculnya Pres-ID antara lain intrinsic attribute yang dimiliki oleh pemimpin, kharismatik, dan persepsi publik yang menganggap kandidat sebagai representasi dari kelompok-kelompok sosial. Political messages dan strategi kampanye calon kandidat menjadi faktor penting yang juga memengaruhi terbentuknya Pres-ID.

Related Posts

Dorong Keterlibatan Anak Muda dalam Ecological Fiscal Transfer, PolGov Selenggarakan Diskusi Publik bersama The Asia Foundation 

ArtikelKegiatan Jumat, 22 Agustus 2025

Pada 21 Agustus 2025, PolGov (Research Center for Politics and Government) bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF) dan Koalisi Masyarakat Sipil menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Ecological Fiscal Transfer Goes to Campus: Keterlibatan Orang Muda […].

Mendorong Tata Kelola Pemerintahan Demokratis dan Akuntabel melalui Seleksi Pamong Kalurahan Guwosari

Kegiatan Kamis, 7 Agustus 2025

PolGov (Research Center for Politics and Government) melaksanakan Seleksi Pamong Kalurahan Guwosari sebagai wujud pengabdian Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus komitmen untuk mendorong pemerintahan yang demokratis dan kompeten.

Short Course, Long Impact: Cerita di Balik Kolaborasi DPP dan SUSS

ArtikelKegiatan Jumat, 4 Juli 2025

Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) berkolaborasi dengan Singapore University of Social Sciences (SUSS) telah menyelenggarakan program short course dengan tema besar Environmental Governance. Program ini dirancang dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang […].

PolGov FISIPOL UGM Dukung Demokratisasi Desa Lewat Seleksi Dukuh Babadan

Kegiatan Senin, 5 Mei 2025

Desa atau kelurahan adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga dan mempunyai sistem pemerintahannya sendiri. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah desa atau kelurahan di Indonesia mencapai 84.048 desa pada tahun 2024.
Universitas Gadjah Mada

Alamat

Gedung BA Lt. 4 FISIPOL UGM
Jl Sosio Yusticia, Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Kontak

Whatsapp. (+62) 811 2515 863
Telp. (+62) 274 – 555880
Fax. (+62) 274 – 552212

© 2025 PolGov UGM - Research Centre for Politics and Government