Buku

Berangkat dari pemahaman bahwa ruang sesungguhnya bukan sesuatu yang terberi, tulisan ini fokus pada dua substans besar yang saling berkaitan. Pertama, pembentukan ruang Pathok Negoro. Kedua, pembentukan identitas yang didasarkan atas perkembangan dinamisasi ruang.

Pathok Negoro mengalami perubahan hampir pada seluruh aspek kehidupan, terutama politik, sosial dan budaya. Hal tersebut mempengaruhi aspek tata ruang, dan sebaliknya juga dipengaruhi perubahan ruang. Buku ini mengupas kebijakan tata ruang dari sudut pandang politik.

Kontestasi elit dalam pilkada merupakan cerminan kualitas dan keberhasilan parpol dalam menempatkan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas. Elit yang mampu memenangkan kontestasi adalah elit yang mampu memadukan nalar aktivis dan nalar politisi.

Monograf seri “Sejarah Politik Kewargaan di Indonesia: Politik Pengakuan, Politik Redistribusi Kesejahteraan dan Politik Representasi” hadir untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan politik kewargaan di Indonesia sejak awal abad ke-20. Bahasan tersebut sesuai dengan tujuan kajian citizenship yakni mengungkapkan bagaimana konsepsi kewargaan diproduksi dan dipraktekkan dari waktu ke waktu. Tulisan sebanyak 69 halaman ini memaparkan perkembangan konsep kewargaan, perspektif-perspektif dominan tentang kewargaan, serta politik kewargaan. Tarik ulur konsep kewargaan di Indonesia tidak lepas dari proses institusionalisasi dan regulasi versus perlawanan dan tuntutan dari bawah. Konsep kewargaan juga merupakan representasi kepentingan bersama tanpa mengesampingkan perbedaan golongan.

Buku ini mengkaji demokratisasi dalam kerangka politik transformatif. Selain membahas baik dan buruknya demokrasi di Indonesia, buku ini mengupas berbagai masalah dan peluang yang dihadapi para aktor gerakan demokrasi. Buku ini menawarkan strategi alternatif untuk mengembangkan dan memajukan demokrasi di Indonesia. 

Buku ini memaparkan berlangsungnya kebijakan "janji kesejahteraan" yang justru menghabisi kesejahteraan warganya sendiri. "Janji kesejahteraan" dikaji secara kritis pada skala lokal hingga global. Janji itu merupakan bagian dari artikulasi yang sangat politis dan penuh tautan rumit kepentingan yang saling berkelindan.

Buku ini menggambarkan bagaimana kekuasaan pemerintah Hindia Belanda memasuki ranah politik desa melalui penguasaan industri gula. Krisis keuangan di Mangkunegaran menjadi pintu masuk bagi pemerintah kolonial untuk memengaruhi kepala desa, elite desa, dan masyarakat. Desa diubah menjadi bagian birokrasi pemerintah Hindia Belanda untuk memperluas kekuasaan kolonial di tanah Jawa.

Buku ini mengulas keadaan demokrasi dan demokratisasi di Indonesia, melalui pendekatan kritis terhadap pencapaian dan tantangan di Indonesia.

Buku ini adalah kumpulan narasi tentang perjuangan aktor-aktor pro-demokrasi mempolitisasikan demokrasi dengan beragam strategi demi mengarahkan demokratisasi kepada kesejahteraan. Lima belas kasus dari berbagai daerah menunjukkan bahwa demokrasi yang menyejahterakan tidak mungkin terwujud tanpa kontrol publik atas pengelolaan kesejahteraan.

Program try-out yang menghasilkan kelimabelas essay ini adalah bagian dari sebuah upaya bersama yang melibatkan banyak pihak, untuk mempersiapkan program pendidikan tata kelola pemilu di Indonesia. Upaya ini dimulai dari rangkaian pembicaraan antara KPU RI, Bawaslu RI dan AEC Indonesia tentang pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan penyelenggara pemilu di Indonesia. Semenjak KPU dan Bawaslu berdiri, telah dilakukan upaya gradual untuk menguatkan SDM, di sela-sela upaya untuk menemukan sistem dan mekanisme penyelenggaraan pemilu yang lebih berkualitas.