Artikel

Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol UGM Yogyakarta, Amalinda Savirani menambahkan, temuan lain yaitu PDAM sendiri masih menggunakan ATDm sebagai salah satu sumber air bakunya.

“Dalam konteks ilmu sosial, kenapa terjadi banjir yang semakin parah di Semarang, tidak selalu dikaitkan dengan hujan dan struktur geologis. Namun soal pilihan yang diambil oleh para penentu kebijakan terkait perencanaan kota, arah kebijakan dan lain sebagainya. Jika kondisi ini terus  berlanjut, saya rasa diskusi bahwa pesisir Semarang akan tenggelam dalam 10 tahun mendatang sudah sering dibicarakan,” pungkasnya. (lna)

Salah satu tim peneliti, Bosman Batubara yang juga mahasiswa Program Doktor pada IHE Delft Institute for Water Education mengatakan, di antara temuan atau hasil kajiannya tersebut menunjukkan ketergantungan Semarang yang besar pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari (79,7%). Dari persentase tersebut, sebanyak 48,6 % di antaranya menggunakan air tanah dalam dan 31,1 % menggunakan air tanah dangkal.

Pemerintah perlu mengembangkan insentif bagi penggunaan air permukaan dan disinsentif bagi penggunaan air tanah. Selain itu permanenan air hujan pada beragam skala, pengembangan sistem peringatan dini, dan demokratisasi infrastruktur. Demokrasi ini berarti mencari alternatif-alternatif infrastruktur dengan prinsip meninggalkan megainfrastruktur yang tersentral dan biasanya dipaksakan dari “atas ke bawah”.

‘’Pemahaman yang lebih baik akan faktor-faktor yang berpengaruh meningkatkan risiko banjir perlu dimiliki oleh pemerintah dan masyarakat agar Semarang memiliki respon yang lebih baik apabila terjadi bencana di masa datang,’’ katanya.

Pemerintah perlu mengembangkan insentif bagi penggunaan air permukaan dan disinsentif bagi penggunaan air tanah, pemanenan air hujan pada beragam skala, pengembangan sistem peringatan dini.

All over the world, women play an essential role in curbing the spread of COVID-19, both in their paid work (such as in the health sector) and unpaid work (home schooling and caring for family and community). Due to the pandemic, unpaid work in the home has increased for women in Indonesia and elsewhere around the world, while opportunities for paid work have decreased. The pandemic has therefore reinforced pre-existing gender inequality, especially for poor urban women.

The COVID-19 pandemic has hit urban poor women severely, including in Indonesia. The state as a duty-bearer with respect to human rights has struggled to assist them; more specifically, the state’s efforts in curbing the pandemic have not reached them.

Melalui pandemi pada Ramadan dan Lebaran kali ini, kita sebagai muslim seolah ditegur Tuhan rasanya menjadi penganut agama minoritas. Pandemi COVID-19 telah memaksa semua orang untuk belajar bagaimana rasanya tak bisa menjalankan ibadah seperti yang diinginkan. Salat Jumat sangat dibatasi, tarawih apalagi, yang cuma sunah. Dan sekarang, salat ied juga harus diminimalkan.

Kita tahu, dulu NU dan Muhammadiyah itu mirip Tom and Jerry. Mereka selalu ribut kalau ada kesempatan. Apapun bisa dibikin ribut. Selain keributan klasik soal TBC, ada juga sindir-sindiran soal poligami. Membuat keributan, semudah masak mie instan. Tapi semenjak ada PKS (apalagi ada HTI), NU dan Muhammadiyah jadi rada akur.